• Thuesen Maloney ha publicado una actualización hace 6 meses, 1 semana

    Penyebaran virus corona yang saat ini menyebar dengan sungguh-sungguh luas di Indonesia tentu saja membuat seluruh orang kuatir. Virus Corona yang berasal dari China ini masuk dan terdeteksi di Indonesia semenjak permulaan Maret lalu. Dalam blog Mas Penulis menjelaskan dua jenis percobaan yang dilakukan untuk mengetes apakah seseorang terinfeksi virus Corona. Penyebaran yang kian meluas membikin jumlah yang terinfeksi meroket amat pesat. Hingga dikala ini telah ada ribuan orang yang sudah di test dan ada banyak ribuan orang pula yang sudah positif terinfeksi corona.

    mas penulis negara lain yang juga sedang berjuang menghadapi virus corona, Indonesia juga berjuang dengan melakukan banyak test. Ada dua jenis tes yang dijalankan untuk mengetes apakah seseorang terinfeksi virus corona. Percobaan tersebut yaitu rapid percobaan dan swab percobaan. Di dalam blognya, Mas Penulis menerangkan secara detail perbedaan apa saja dari kedua jenis percobaan tersebut. Simpelnya, kedua tes tersebut memang diterapkan untuk menguji apakah seseorang terinfeksi virus corona. Kalau memperhatikan dari gejalanya saja, para tenaga medis kurang yakin apakah seseorang terinfeksi corona karena gejalanya mirip dengan flu biasa. Bahkan banyak pula pasien yang telah positif melainkan tak menunjukkan gejala sama sekali.

    Rapid test dan swab test dijalankan untuk mengetahui dan screening pencegahan permulaan agar daya medis dapat mengisolasi pasien yang sudah positif terkena corona sehingga tak menularkannya ke orang lain. Alat rapid test dan swab test didatangkan dari China dan negara lain dalam jumlah besar untuk mengetes ribuan orang di Indonesia. Keduanya memiliki sebagian perbedaan dari metode kerja, hasil yang dibeberkan dan sistem pengetesan yang berbeda pula. Metode pengetesan untuk rapid test menerapkan sampel darah. Jadi tiap orang yang akan dites akan diambil darahnya kemudian diteliti apakah ada virus didalamnya. Meski swab test, pasien akan diambil sample lendir dari hidung dengan menerapkan alat khusus.

    Dalam metode kerjanya, rapid test akan meneliti antibodi yang terbentuk di dalam darah ketika seseorang terserang virus. Sekiranya antibodi tersebut timbul, ada kemungkinan pasien tersebut terinfeksi virus corona. Melainkan untuk lebih jelasnya, pasien semestinya melakukan percobaan lebih lanjut. Meski untuk swab test metode kerjanya lantas mengambil sample lendir dari hidung atau tenggorokan yang akan langsung diteliti apakah ada virus didalamnya. Seperti yang dikabarkan WHO bahwa virus corona lazimnya masuk via hidung atau tenggorokan.

    Kedua test hal yang demikian juga memiliki keakuratan yang berbeda. Rapid test dinilai kurang cermat sebab cuma mengecek antibodi di dalam darah yang nantinya mesti dilakukan pengecekan semakin mendalam. Melainkan untuk dilakukan dalam jumlah besar, rapid test efektif untuk screening awal penderita yang positif. Walaupun swab test, seperti yang ditulis oleh Mas Penulis dalam blognya mempunyai akurasi yang lebih tinggi.